Menu

Selasa, 19 Oktober 2021 /

Buah nangka hasil panen di Lumajang (SariAgri/Arief L)

sariagri.id - Rabu, 20 Mei 2020 | 13:31 WIB

Editor: Arya Pandora

SariAgri -  Di penghujung bulan Ramadan,  mendatangkan berkah bagi petani buah nangka di kabupaten Lumajang Jawa Timur. Pasalnya dalam sepekan terakhir, ratusan pohon nangka yang saat ini tengah berbuah lebat telah memasuki masa petik panen raya.

Dari pantauan SariAgri, Desa Meninjo merupakan 1 dari 6 desa di Kecamatan Ranuyoso yang saat ini tengah merasakan manisnya panen melimpah dari buah nangka.

Menurut Niden, salah seorang petani buah nangka desa setempat, ada sedikitnya 1.250 batang pohon nangka yang tumbuh subur dan berbuat lebat. Seluruh pohon nangka ini rata-rata berbuah antara 30 hingga 50 buah nangka.

“Jika satu pohon taruhlah berbuah 40 dari rata-rata 30 hingga 50 buah dan dipanen serentak dari 1.250 pohon, maka bisa dikalkulasi 40 kali    1.250 ada sekitar 50.000 buah nangka dipanen setiapharinya di desa kami dan siap dipasarkan, “ sebutnya.

Bagi warga Desa Meninjo, imbuh Niden, tak hanya kebun yang dipenuhi tanaman buah nangka, namun setiap halaman depan dan pekarangan rumah warga juga ditumbuhi pohon nangka. Karena itu tak heran jika desa ini dikenal sebagai sentra penghasil buah nangka terbesar di kabupaten Lumajang.

Buah nangka di Desa Meninjo, selain terkenal ukuranya yang besar, juga dagingnya legit tebal dengan rasa manis khas madu dan aromanya yang harum menyengkat.

Seperti buah nangka milik Niden yang saat ini tengah dipetik, seluruh ukurannya besar. Dibantu 4 pekerjanya, Niden memanen antara 150 hingga 200 buah nangka perharinya.

Di kebun miliknya seluas 50 hektar, terdapat sedikitnya 300 pohon nangka dengan berbagai jenis. Mulai dari jenis nangka salak, nangka malan hingga nangka bubur.
 
Dari 3 jenis nangka tersebut, yang menjadi andalan adalah nangka salak. Karena selain memiliki tekstur daging yang tebal dan lembut, warna orange membuah lidah siapapun yang melihatnya tak mampu menahan untuk mencicipi rasanya yang manis dan legit.
 
Keunggulan nangka salak, diakui Tumin, salah seorang pembeli asal Malang yang sudah lama berlanganan mengambil buah nangka di kebun milik Niden.

Ia menyebut nangka salak sebagai salah satu tanaman nangka primadona yang mampu berbuah lebat mencapai 50 biji perpohonnya. Berbeda dengan pohon nangka jenis lain, yang umumnya berbuah maksimal 40 biji perpohon.

Baca Juga: Pasar Ekspor Nangka ke China Masih Terbuka Lebar
Langkah Budidaya Nangka Mini Khas Kolaka

Di samping itu harganya juga berbeda. Untuk nangka malan dan bubur dijual di tingkat petani antara Rp 40.000 hingga Rp 60.000 per buah tergantung ukuran dan tingkat kematangan. Sedangkan nangka salak, karena rata-rata ukurannya sama besar dihargai Rp 80.000 perbuahnya.

“Nangka salak memang istimewa dan menjadi primadona, karena buahnya besar, dagingnya tebal, renyah jika matang dan lembut empuk jika sudah matang sekali. Karena itu, harganya paling mahal dibandingkan nangka jenis lainnya, “ ucap Tumin kepada SariAgri.

Pohon buah nangka sedang panen (SariAgri/Arief L)

Untuk menjaga kualitas buah nangka, dua pekan jelang dipanen, setiap buah nangka dibungkus dengan karung atau sak bekas kantong beras. Selain bertujuan agar nangka masak tidak dimakan satwa pengerat, juga agar buah yang dihasilkan bisa terjaga kualitasnya secara hiegenis hingga masak pohon.

Sementara pasar potensial nangka Ranuyoso Lumajang, paling jauh di kirim ke Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya dan Malang. (Arief L/ SariAgri Jawa Timur)

SHARE