Menu

Sabtu, 31 Juli 2021 /

Ikhsan salah seorang pedagang ikan di pasar Muara Angke, Jakarta Utara (Sariagri/Arif Ferdianto)

sariagri.id - Selasa, 6 April 2021 | 16:30 WIB

Penulis: Arif Ferdianto, Editor: Tatang Adhiwidharta

SariAgri -  Menjelang bulan Ramadan disinyalir stok komoditi perikanan tangkap di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara terbilang lancar. Namun, dari segi penjualan terjadi penurunan pembeli, ini yang dikeluhkan sejumlah pedagang ikan di sana.

“Stok alhamdulillah selama ini lancar, cuma penjualannya yang kurang bagus saya belum tahu kenapa dari beberapa malam ini kelihatan sepi apa kapal pada mudik kita juga belum tahu,” ujar Ikhsan salah seorang pengusaha ikan saat ditemui SariAgri.id, di Pasar Muara Angke, Jakarta Utara, Selasa (6/4/2021).

Ikhsan menuturkan, karena stok yang banyak selama ini, harga penjualan ikan menjadi menurun. Dibandingkan dengan tahun lalu, penjualan ikan saat menjelang ramadan terbilang lebih baik, meskipun di awal-awal pandemi Covid-19.

“(Terkait harga) gak ada kenaikan, stabil, kebanyakan turun malah karena itu dia supply banyak tapi demand-nya gak ada. Penjualan bagusan tahun lalu di awal pandemi itu, sekarang parah banget, sepi,” jelasnya.

Ikhsan menyebutkan, komoditas perikanan miliknya yang paling banyak diminati oleh konsumen saat ini ialah kakap merah. Ikan-ikan miliknya, lanjut dia, didapatkan dari para nelayan Jawa yang dibeli dan kemudian dikirim ke Pasar Muara Angke untuk selanjutnya disortir dan dimasukkan ke gudang penyimpanan.

Baca Juga: Memelihara Ikan di Kolam Air Hangat Cuma Ada di Dataran Tinggi Dieng
Strategi Kemendag Antisipasi Kenaikan Permintaan Bahan Pokok Saat Ramadan

Di samping itu, Rudi, yang juga seorang pedagang ikan beku, mengatakan hal yang sama, dimana terjadi penurunan pembeli. Menurutnya, menyambut bulan suci ramadan banyak pelele (pembeli) yang beristirahat.

“(Penjualan) agak sedikit menurun, karena menyambut bulan suci ramadan banyak pelele yang beristirahat. Kalau kita sebagai pedagang ya siap dagang,” terangnya.

Rudi mengungkapkan, selama masa pandemi yang telah menginjak satu tahun ini, penjualannya terbilang masih stabil. Menurutnya, pandemi sangat berpengaruh kepada para pelele yang untuk datang ke tempat pelelangan ikan.

“Kalau pengaruh (pandemi) lebih ke pelelenya kalau untuk orang yang dagang tetap berjualan. Maupun pandemi ini kan untuk kebutuhan pangan sehari-hari harus ada,” katanya.

Rudi menambahkan, setiap hari dirinya bisa menjual ikan beku hingga mencapai dua ton, yang terdiri dari baby tuna, cakalang, ikan salam dan lain sebagainya.

SHARE