Menu

Minggu, 26 September 2021 /

Tradisi megengan dengan berbagi kue tumpeng apem. (Foto: Sariagri/Arief L)

sariagri.id - Selasa, 13 April 2021 | 08:00 WIB

Penulis: Arief L, Editor: M Kautsar

SariAgri - Sehari jelang 1 Ramadan 1442H, ratusan warga dari berbagai penjuru di Kabupaten Gresik, Jawa Timur merayakan tradisi megengan dengan menghadirkan gunungan tumpeng kue apem.

Berbeda berbeda dengan tradisi megengan pada tahun sebelumnya, tahun ini tradisi dimeriahkan dengan hadirnya sejumlah tokoh lintas agama.

Acara megenggan digelar di depan Masjid Dr H Ma'ruf Syah, Kecamatan Kedamean, Gresik pada senin malam. Turut hadir Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani yang langsung disambut masyarakat dan tokoh lintas agama.

Terlihat beberapa perwakilan agama hadir menyalami Fandi pada acara megengan jelang bulan Ramadan, seperti pemuka agama Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha maupun dari penghayat kepercayaan.

“Syukur alhamdulillah, tradisi megengan kali ini hadir seluruh tokoh pemuka agama. Megengan ini sebuah budaya menikmati kue apem pertanda dimulainya 1 Ramadan,” kata Fandi kepada SariAgri, Senin (12/4)

“Kue yang terbuat dari bahan dasar campuran tepung beras dan terigu lalu dipadukan dengan bahan dan bumbu dapur lain seperti gula dan tape ini merupakan jajanan tradisional turun temurun yang hanya ada setiap di awal bulan suci Ramadan,“ ujar dia.

Usai dilaksanakan ikrar toleransi antar umat beragama, Fandi bersama warga langsung memperebutkan gunungan tumpeng apem raksasa dan dimakan bersama sama.

“Kegiatan ini merupakan simbol toleransi antarumat beragama yang menggambarkan kerukunan dan menolak aksi kekerasan maupun gerakan radikal,“ pungkasnya.

Video terkait: 

SHARE