Menu

Senin, 18 Oktober 2021 /

Ilustrasi makanan sehat. (Antara)

sariagri.id - Selasa, 13 April 2021 | 18:00 WIB

Penulis: Istihanah, Editor: Arif Sodhiq

SariAgri - Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Ari Fahrial Syam mengatakan puasa Ramadan dapat membantu menyembuhkan penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung.

"Untuk orang yang sakit lambung akan sembuh (selama puasa). Jujur saja pasien-pasien akan menurun yang sakit maag yang biasa kontrol karena dia sembuh pada saat Ramadan ini," ujarnya dalam webinar Info Sehat FKUI, Selasa (12/4/2021).

Dia menjelaskan, pada umumnya sakit maag atau GERD terjadi karena ketidakteraturan pola makan. Dengan menjalankan ibadah puasa, labjut dia, hal itu dapat diatur dengan baik.

"Basic-nya adalah orang sakit maag terjadi karena ketidakteraturan makan. Kalau dia berpuasa pasti teratur yaitu saat sahur dan berbuka," jelasnya.

Baca Juga: Jangan Salah, Ini Waktu Terbaik Minum Jus Sayuran
Bisa Merawat Kecantikan, Ini 7 Manfaat Susu Kambing Etawa

Orang yang berpuasa, lanjut dia, pasti akan mengendalikan makanan yang tidak sehat.

"Kalau kita tidak berpuasa biasanya akan makan makanan yang tidak sehat. Cokelat keju lemak, asam pedes itu akan kita konsumsi dan akan mengganggu lambung kita. Ini kita kurangi (selama puasa)," katanya.

Selain itu, orang yang berpuasa biasanya akan lebih mudah melakukan pengendalian diri dengan memperbanyak waktu beribadah.

"Hal ini dapat membantu kondisi psikologis seseorang sehingga lebih tenang dan asam lambung akan turun dengan sendirinya," jelasnya.

Ari juga menjelaskan sebuah teori yang mengatakan otak dan perut saling berhubungan.

"Karena kalau kita tenang, pasti produksi asam lambung juga menurun. Kalau kita gelisah, cemas dan ketakutan itu asam lambung jadi meningkat. Ini ada teorinya, jadi antara otak dan perut itu saling berhubungan," kata Ari.

Dia menambahkan, penderita gangguan lambung mungkin akan mengalami perasaan tidak nyaman di awal puasa. Karena itu, dia selalau menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi anti asam lambung seperti ranitidine atau omeprazole.

"Mungkin pada minggu-minggu pertama akan terjadi perubahan pH lambung penyesuaian. Umumnya tidak nyaman maka saya anjurkan untuk minum anti asam lambung, seperti ranitidine, omeprazole itu dikonsumsi pada minggu pertama setelah itu bisa lepas," pungkasnya.

Video terkait:

 

SHARE