Menu

Rabu, 8 Desember 2021 /

Kegiatan membakar bolu cupu dengan oven tradisional (Sariagri/Romi)

sariagri.id - Jumat, 16 April 2021 | 15:50 WIB

Penulis: Romi M, Editor: Andry

SariAgri - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai Bumi Bende Seguguk banyak menyimpan berbagai kuliner khas yang menggugah selera. Selain makanan pindang dan kerupuk kemplang ada juga makanan tradisional khas Kabupaten OKI yang tidak kalah lezat, yaitu bolu cupu yang sering dijadikan menu andalan saat hari raya tiba.

Makanan bolu cupu ini memiliki bentuk bulat dan terbuat dari bahan-bahan seperti telur, gula, vanili, dan tepung terigu.

Teksturnya yang lembut dan rasa manis legit membuat bolu cupu disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Pembuat bolu cupu ini biasa dijumpai di Kelurahan Paku, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

"Setahu saya dinamakan bolu cupu karena proses pembuatan yang sangat tradisional, seperti masih pakai alat kocokan telur manual dan oven tungku dan tidak tersentuh modernisasi," ungkap Abdul Bahar, penerus usaha bolu cupu Ningmas Kalung khas Kayuagung.

Baca Juga: Es Goyobod Khas Garut Segar Untuk Berbuka Puasa
Sederet Makanan Dari Ketan Untuk Berbuka

Sebagian besar masyarakat Kayuagung tentu tidak asing lagi, karena bolu cupu ini merupakan makanan turun temurun dari nenek moyang zaman dahulu untuk hari raya Idul Fitri.

"Memang bolu cupu ini makanan Khas orang Kayuagung, rasanya yang lezat membuat lidah ketagihan dan terjamin sehat karena tidak memakai bahan pengawet," ujarnya sembari menunjukan bolu yang telah matang.

Lebih lanjut disampaikan, dalam sehari ia mampu menghabiskan 40 kilogram adonan kue, yang dikerjakan oleh tiga orang karyawan.

"Mulai pembuatan biasanya setelah sholat subuh hingga jam 14.00 siang, sehari biasanya menghabiskan 30 kilogram telur ayam dan 20 kilogram telur bebek. Karena memang disini kami menggunakan dua varian jenis telur. Kalau misal dihitung per biji, paling tidak bisa menghasilkan ya sekitar seribuan lebih bolu yang siap jual," tuturnya.

Untuk harga jualnya cukup terjangkau, semua berdasarkan isi dari pada bolu itu sendiri dan dibedakan antara bolu yang berbahan dasar telur ayam dengan telur bebek.

"Kalau yang bahan telur ayam untuk isi 25 harganya Rp 30 ribu, kemudian isi 50 dijual Rp 55 ribu. Sedangkan telur bebek yang isi 25 harganya Rp 40 ribu lalu isi 50 dibanderol Rp 75 ribu. Sedangkan untuk segi rasa masih enak yang telur bebek, karena walaupun disimpan lama teksturnya masih tetap lembut," terang Abdul.

Kemasan Bolu Cupu  (Sariagri/ Romi)
Kemasan Bolu Cupu (Sariagri/ Romi)

Meski sudah belasan tahun dan proses pembuatannya yang masih tradisional namun ia bersyukur peminat bolu ini tidak tergerus oleh zaman.

"Usaha pembuatan bolu cupu ini sudah sekitar 13 tahun dan alhamdulillah makin kesini peminat semakin banyak tentunya penjualan juga lebih meningkat," tambahnya.

 Video Terkait:

SHARE