Menu

Sabtu, 31 Juli 2021 /

Ilustrasi nasi khas Timur Tengah. (Freepik)

sariagri.id - Jumat, 30 April 2021 | 04:00 WIB

Penulis: Monica Dian, Editor: Dera

SariAgri - Makanan khas Timur Tengah, khususnya Arab Saudi memang dikenal kaya akan rempah. Biasanya, setiap ada acara atau perkumpulan, mereka selalu menyajikan nasi ayam maupun nasi daging untuk disantap secara bersama-sama.

Sobat Agri penasaran apa saja panganan khas Arab Saudi? Berikut 5 hidangan nasi khas Arab Saudi yang paling populer seperti dilansir dari Taste Atlas:

Kabsa

Hidangan nasi yang satu ini biasa ditemukan di seluruh Negara Teluk di Semenanjung Arab. Hidangan ini bisa dibuat dengan ayam, domba, daging unta, ikan, atau bahkan udang.

Daging atau ikan biasanya diletakkan di atas nasi, dan seluruh hidangan disajikan di atas piring besar untuk dibagikan dan dimakan dengan tangan. Meskipun berasal dari Yaman, kombinasi nasi dan daging tradisional ini sangat populer di Arab Saudi yang dianggap sebagai hidangan nasional.

Mofatah al-dajaj

Ini adalah hidangan tradisional Arab Saudi yang terdiri dari potongan ayam yang disajikan di atas nasi basmati aromatik. Potongan ayam tumis biasanya dimasak dalam air dengan batang kayu manis, kapulaga hijau, lemon kering (loomi), akar lengkuas (jahe Thailand), dan daun shaiba (bunga batu hitam).

Setelah matang, ayam diolesi bumbu basah dan disangrai hingga diwarnai dengan baik. Secara tradisional, nasi dimasak dengan kaldu ayam yang sama hingga memberikan rasa dan aroma khas pada nasi dalam prosesnya.

Baca Juga: Mengintip Serba-serbi Tradisi Ramadan di Arab Saudi
Selama Ramadan, Bantuan untuk Warga Miskin di Negara Konflik Semakin Gencar

Mathlotha

Mathlotha merupakan variasi dari kabsa, hidangan nasi yang biasa dikonsumsi di negara-negara Teluk di Jazirah Arab. Di mana terdiri dari tiga lapisan esensial, yaitu bubur berbahan dasar gandum yang hangat dengan sayuran dan daging (jareesh), irisan roti pipih setipis kertas (qursan), dan nasi basmati, sedangkan potongan daging panggang (ayam, domba, atau daging lainnya) ditempatkan di atas nasi untuk memahkotai semuanya. Lapisan-lapisan ini diatur di piring saji melingkar besar dan hidangan ini biasanya dinikmati pada acara-acara khusus.

Nasi Ruz al Bukhari atau Bukhari

Hidangan nasi ini biasa dinikmati di seluruh Negara Teluk di Jazirah Arab. Nama nasi ini diyakini berasal dari kota Bukhara, kota perdagangan penting secara historis yang terletak di Jalur Sutra di Asia Tengah.

Beragam rempah-rempah seperti kayu manis, kapulaga, adas bintang, biji adas, jintan, ketumbar, pala dan lada hitam yang biasa diperdagangkan di Jalur Sutra, ditampilkan dalam hidangan ini, memberikan rasa dan aroma yang khas ayam, domba atau kambing biasanya menyertai hidangan ini dan nasi berbiji panjang biasanya dimasak dalam kaldu aromatik yang diperoleh dari memasak daging yang menyertainya.

Saleeg

Saleeh adalah hidangan nasi tradisional Arab Saudi yang terdiri dari nasi kental seperti bubur dan daging panggang. Ayam adalah pilihan daging yang paling umum dan biasanya direbus dalam air bersama bumbu sebelum dipanggang.

Hidangan ini menggunakan kombinasi kaldu yang telah dimasak dengan daging. Nasi rebus tersebut kemudian dicampur dengan susu dan ghee atau mentega dan dimasak hingga mencapai kekentalan yang diinginkan.

Sebuah piring saji besar (tabasi) secara tradisional digunakan untuk menyajikan saleeg dan daging panggang biasanya diletakkan di atas nasi.

Video Terkait

SHARE