Menu

Jumat, 14 Mei 2021 /

Para pembeli memadati pasar. (SariAgri/Rifky Junaedi)

sariagri.id - Senin, 3 Mei 2021 | 16:40 WIB

Penulis: Rifky Junaedi, Editor: Tatang Adhiwidharta

SariAgri -  Khawatir razia protokol kesehatan (prokes) akan diperketat jelang lebaran, warga Mamuju, Sulawesi Barat memilih berbelanja aneka kebutuhan lebaran lebih awal di pasar-pasar tradisional. Seperti yang dilakukan masyarakat kecamatan Sampaga, Mamuju, yang memadati pasar di Tarailu.

Sejumlah warga beralasan lebih memilih berbelanja lebih awal anke kebutuhan lebaran sebelum kebijakan razia prokes diperketat petugas menjelang lebaran.

10 hari menjelang lebaran warga kecamatan sampaga kabupaten mamuju sulawesi barat mulai memadati pasar-pasar tradisional untuk berbelanja aneka kebutuhan lebaran termasuk persiapan bahan kue lebaran.

Pasar tradisional di desa tarailu, kecamatan sampaga kabupaten mamuju ini misalnya sudah disesaki warga yang datang berbelanja kebutuhan lebaran, termasuk pakaian lebaran di pasar Grepadat di kecamatan Sampaga ini.

Tak heran jika kawasan pasar tradisional tersibuk di mamuju ini tampak  terjebak kemacetan hingga antrian panjang kendaraan, baik kendaraan pengunjung pasar. Maupun warga yang lalu lalang di kawasan pasar.

Banyaknya kendaraan pengunjung pasar yang diparkir di sembarang tempat, kian memicu kemacetan di kawasan pasar. Akibatnya para pengguna jalan terpaksa harus mengurangi kecepatan kendaraan mereka. Selain itu kerumunan warga yang hendak berbelanja kebutuhan lebaran tidak lagi peduli dengan prokes.

Baca Juga: Jelang Idul Fitri, Satpol PP Salatiga Rutin Gelar Makanan Kadaluarsa
Stabilkan Harga Hingga Lebaran, Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah

Seperti dituturkan kahming, seorang pedagang di pasar tradisional tarailu, menjelang lebaran kali ini nampak pengunjung pasar yang membludak, bahkan tidak peduli dengan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

Membludaknya pengunjung pasar untuk berbelanja aneka kebutuhan lebaran seperti pakaian di antaranya baju, jilbab, sandal dan lain-lain sejak 10 hari menjelang lebaran menjadi peluang para pedagang untuk meraup keuntungan yang besar.

“Alhamdulillah tahun ini lebih untung karena banyak pengunjung pasar. Berbeda tahun lalu penjaga ketat penerapan prokes membuat banyak membatasi diri ke pasar,”jelas Kahming.

Berbeda pada lebaran tahun lalu, penerapan prokes benar-benar ditegakkan dan diawasi petugas, suasana pasar menjelang lebaran tahun ini terkesan tak mendapat edukasi petugas. Warga pun makin abai prokes. Tak heran jika banyak warga berdesak-sesakan di pasra namun tidak mengenakan masker, apalagi berusaha menjaga jarak.

Sebagai pedagang, kahming hanya berharap agar masyarakat dapat hidup normal, karena situasi epidemi covid yang membatasi ruang gerak warga sangat mempengaruhi pendapatan mereka sebagai pedagang.  

Video terkait:

SHARE