Menu

Jumat, 14 Mei 2021 /

Tim satgas pangan Jawa Timur berdialog dengan pedagang daging sapi (Sariagri/ Arief L)

sariagri.id - Selasa, 4 Mei 2021 | 13:50 WIB

Penulis: Arief L, Editor: Andry

SariAgri - Antisipasi lonjakan harga kebutuhan bahan pokok jelang Idul Fitri 1442 H, Satgas pangan Jawa Timur melakukan sidak harga sembako ke pasar tradisional di Pasar Wonokromo Surabaya.

Tim satgas pangan Jawa Timur yang terdiri dari Polda Jatim, Disperindag, Bulog, Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian ini memantau langsung harga maupun ketersediaan sembako di pasar, gudang hingga toko.

Hasilnya sejumlah sembako yang menjadi atensi sidak, diketahui mengalami kenaikan. Diantaranya, daging ayam yang kini dijual antara Rp 38.000 per kilogram (kg) hingga Rp 40.000/kg. Telur ayam ras mengalami kenaikan sebesar Rp 500 menjadi Rp 24.000/kg.  

Sementara untuk stok daging sapi dan harganya masih relatif stabil di harga Rp 110.000/kg.

Kenaikan yang cukup tinggi kembali terjadi pada cabai merah dan cabai rawit.Jika sebelumnya cabai merah sudah sempat dijual dengan harga Rp 45.000 kini kembali naik menjadi Rp 60.000/kg. Sementara cabai rawit naik menjadi Rp 70.000/kg dari harga sebelumnya berkisar Rp 55.000/kg.

Baca Juga: Jelang Lebaran, TPID Yogyakarta: Harga Pokok Relatif Stabil
Stabilkan Harga Hingga Lebaran, Disperindag Lampung Gelar Pasar Murah

Ketua satgas pangan Jawa Timur, Kombes Pol Farman mengatakan sidak yang dilakukan untuk mengecek ketersedian bahan pokok dan kenaikan harga jelang hari raya Idul Fitri.

“Dari sidak ke pasar Keputran hingga Wonokromo tidak ada lonjakan harga yang tinggi. Sejauh ini masih relatif aman untuk lebaran mendatang baik pasokan, stok hingga harga kebutuhan pangan,“ kata Kombes Pol Farman kepada Sariagri, Selasa (4/5).

Kendati demikian, tim satgas pangan menegaskan siap akan melakukan operasi pasar secepatnya, jika ditemukan kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak terkendali.

Badan  <a target='_BLANK' href='//sariagri.id/article/topic/9298/Ketahanan-Pangan'>Ketahanan Pangan</a>  (BKP) Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor , melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Citeureup dan Pasar Cibinong. (Sariagri/Akbarda)

Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor , melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Citeureup dan Pasar Cibinong. (Sariagri/Akbarda)

Sementara itu Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, sebelumnya juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Citeureup dan Pasar Cibinong.

Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP Kementerian Pertanian Risfaheri mengatakan inspeksi itu dilakukan untuk mengetahui harga bahan-bahan pokok seperti beras, gula pasir, cabai, bawang merah, bawang putih, telor ayam, daging sapi, dan daging ayam.

"Dari pantauan kami harga bahan-bahan pokok terbilang stabil dan bahkan turun jika dibandingkan sebelum Bulan Ramadhan," kata Risfaheri.

Dia menyebutkan untuk harga cabai 'setan' stabil di angka Rp 60 ribu per kilogram, bawang merah Rp 38 ribu per kilogram, gula pasir Rp 12.500 per kilogram, maka harga daging sapi, daging ayam dan telur ayam mengalami penurunan.

"Harga daging sapi segar yang awalnya Rp 140 ribu, kini Rp 120 ribu per kilogram, harga daging ayam turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 35 per kilogram dan harga telur ayam juga turun dari Rp 24 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram," terangnya.

Kabid distribusi dan cadangan pangan DKP Kabupaten Bogor Jona Sijabat menuturkan  turunnya harga bahan-bahan pokok di atas karena Pemkab Bogor sebelumnya telah mengintervensi harga bahan-bahan pokok dengan cara melaksanakan gelar pangan murah (GPM) di kecamatan-kecamatan padat penduduk.

Video Terkait:

 

SHARE