Menu

Jumat, 14 Mei 2021 /

Ilustrasi kopi (Pxhere)

sariagri.id - Selasa, 4 Mei 2021 | 11:40 WIB

Editor: Reza P

SariAgri - Sobat Agri yang sudah terbiasa mengurangi porsi konsumsi minuman berkafein salah satunya kopi selama Ramadan, tetaplah melanjutkannya di 10 hari terakhir bulan suci ini demi terhindar dari dehidrasi.

"Apabila kamu biasa mengonsumsi kopi sebanyak 2 sendok teh, bisa dikurangi menjadi 1 sendok teh," ujar dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Tirta Prawita Sari dalam keterangan tertulisnya.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah itu juga mengatakan, kamu yang tidak mempunyai masalah seperti pada perut, lambung dan dehidrasi bisa tetap mengonsumsi kopi saat Ramadan.

Tetapi dia tidak menyarankan konsumsi minuman yang belakangan populer di kalangan anak muda itu pada saat sahur karena efek diuresis atau peningkatan urin sebagai efek samping konsumsi kafein) dan menyebabkan dehidrasi. Namun ini tergantung dari jumlah kopi dan jenisnya.

"Minum kopi saat sahur dapat saja berpotensi memberi efek diuresis dan menyebabkan dehidrasi. Jika tidak perlu benar minum kopi, maka tidak perlu minum kopi saat sahur ya," kata Tirta.

Biasanya, pada mereka yang belum terbiasa mengurangi konsumsi kafein apalagi menghentikannya sementara selama Ramadan akan mengeluhkan sakit kepala parah selama berhari-hari hingga akhirnya terbiasa dengan rutinitas baru, yakni mengurangi porsi.

Menurut pakar penyakit dalam di Uni Emirat Arab, Mustafa Saif, seperti dikutip dari Gulfnews, ini merupakan gejala penarikan diri atau withdrawal symptoms yang juga mencakup kelelahan, lesu, mudah tersinggung, kurang konsentrasi, insomnia dan cemas.

Dokter tidur di Burjeel Hospital, Abu Dhabi, Supriya Sundaram mengingatkan, kamu sebaiknya menghindari terlalu banyak kafein agar kualitas tidur terjaga. Sebaiknya minumlah air sesuai kebutuhan tubuh, setidaknya delapan gelas per hari.

Video Terakit:

SHARE