Menu

Jumat, 14 Mei 2021 /

Tradisi maleman di Pulau Lombok, NTB. (Foto: Sariagri/Yongki)

sariagri.id - Selasa, 4 Mei 2021 | 19:30 WIB

Penulis: Yongki, Editor: M Kautsar

SariAgri - Memasuki H-10 pada tanggal ganjil bulan Ramadan, sejumlah warga di berbagai pelosok di Pulau Lombok mulai melakukan tradisi Maleman (menerangi malam) sebuah tradisi turun temurun yanh dilakukan dengan menyalakan Lampu Jojor atau dile Jojor dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar dan Nuzulul Quran.

Salah satunya yang merayakan itu yakni warga dusun Dasan Tebu, Desa Ombe Baru, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, NTB.

Dalam tradisi maleman, warga tidak hanya menyalakan setiap sudut rumah mereka menggunakan lampu obor, melainkan menancapkan lampu yang terbuat dari buah nyamplung atau buah jarak tersebut ke setiap sudut pemakaman umum, dengan tujuan untuk menerangi kuburan keluarga mereka.

Masyarakat mengakui, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk memperingati Nuzulul Qur'an dan Malam Lailatul Qadar. Mereka percaya, semarak kegiatan menerangi malam menggunakan lampu jojor akan semakin menumbuhkan niat san keinginan warga untuk beribadah.

"Untuk agar kita lebih semangat, dan kami beserta warga disini mengaplikasikannya sejak duli dalam bentuk membakar lampu jojor di rumah dan kuburan," ucap Ridwan, salah seorang warga yang sempat merayakan Tradisi Maleman.

Ridwan juga menambahkan pembakaran lampu seribu di pemakaman umum Dusun Dasan Baru ini adalah warisan dari nenek moyang yang kemudian mereka warga setempat melanjutkannya. “Kegiatan ini juga tidak kita lakukan di kuburan dan rumah kita saja, tapi di sepanjang pinggir jalan juga," ujarnya.

Sebelum tradisi pembakaran lampu jojor dimulai, warga setempat biasanya menyiapkan aneka sajian makanan di atas dulang untuk disantap bersama tokoh agama dan tokoh adat setempat diwaktu berbuka puasa di masjid.

Usai itu, warga kemudian melanjutkannya dengan kegiatan melapaskan lantunan Dikir dan ayat suci Al-Qur'an di masing-masing masjid, hingga kemudian dilanjutkan dengan pembakaram lampu jojor.

"Sebelum ini, kita menyantap hidangan menu berbuka puasa di masjid sembari berdoa dan zikir bersama dengan para tokoh agama," lanjut Ridwan.

Menurutnya, kegiatan keagamaan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas kenikmatan rizki dan permohonan kepada Tuhanagar puasa yang dijalankan bisa diterima dan mendapatkan ridho.

"Kita lakukan sebelum itu zikir terlebih dahulu kemudian berdoa dan seterusnya," imbuhnya.

Video terkait:

SHARE