Menu

Selasa, 19 Oktober 2021 /

Salat di masjid di Kota Bogor dalam situasi pandemi COVID-19 (Antara/HO/Pemkot Bogor)

sariagri.id - Rabu, 12 Mei 2021 | 20:30 WIB

Editor: Arif Sodhiq

SariAgri - Pemerintah Kota Bogor membolehkan warganya melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid dan tempat terbuka. Namun syaratnya mereka tinggal di lokasi yang dinyatakan aman dari COVID-18 yaitu di RW berstatus zona hijau dan kuning.

Aturan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 440/2522-Huk.HAM tentang Panduan Penyelenggaraan Menyambut Idul Fitri 1442 H/2021 M pada Masa Pandemi COVID-19 di Kota Bogor.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya, salah satu poinnya mengatur warga yang tinggal di RW zona hijau dan kuning boleh melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid dan di tempat terbuka, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca Juga: Teknologi Pertanian Pintar Dikembangkan untuk Tekan Biaya Produksi
10 Provinsi Penghasil Beras Terbesar di Indonesia - Berita Pangan

Sementara itu, warga yang tinggal di daerah masih rawan penyebaran COVID-19 atau berstatus zona merah dan oranye belum diizinkan melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid dan tempat terbuka.

"Warga yang tinggal di daerah zona oranye dan merah, diizinkan Salat Idul Fitri di rumahnya masing-masing, sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan keputusan ormas Islam lainnya," ujar Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor Alma Wiranta, Rabu (12/5/2021).

Persyaratan pelaksanaan Salat Idul Fitri di masjid dan tempat terbuka di RW hijau dan kuning, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta jamaah yang hadir maksimal 50 persen dari kapasitas dengan menjaga jarak.

Jamaah wajib memakai masker dan membawa sajadah sendiri. Panitia menggunakan thermogun untuk mengukur temperatur tubuh jamaah yang hadir.

Warga lanjut usia (lansia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, orang yang baru sembuh sakit, atau dari perjalanan, disarankan tidak mengikuti Salat Idul Fitri di masjid dan tempat terbuka.

Khutbah disarankan singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, paling lama 20 menit. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan Salat Idul Fitri di masjid dan lapangan agar dilengkapi dengan pembatas transparan antara khatib dan jamaah.

Video terkait:

SHARE