Menu

Sabtu, 31 Juli 2021 /

Ilustrasi ketupat (Foto: Wikipedia)

sariagri.id - Kamis, 13 Mei 2021 | 15:40 WIB

Editor: Idho

SariAgri - Makanan Lebaran tak bisa dipisahkan dari ketupat. Ketupat biasanya disantap bersama keluarga, kerabat atau sahabat yang datang bersilaturahmi. Tradisi ini sudah dilakukan turun-temurun.

Sobat Agri tahu enggak sih ketupat ternyata menyimpan banyak makna dan arti. Semuanya merujuk pada pesan Lebaran yang penuh dengan pengampunan dan permintaan maaf atas semua kesalahan lahir dan batin.

Ketupat bermakna keseimbangan alam dalam empat arah mata angin utama, timur, selatan, barat, dan utara dengan satu pusat. Hal lainnya juga berarti bahwa sekalipun manusia pergi ke mana pun, namun akan kembali pada satu pusat yaitu Tuhan YME.

Bentuk belah ketupat dengan empat sisinya diasumsikan sebagai empat macam nafsu yang dimiliki manusia yang dikalahkan dengan berpuasa. Sedangkan anyaman kulit ketupat ini juga dianggap sebagai gambaran jalan hidup manusia yang rumit dan berliku.

Sejarah ketupat

Ketupat awalnya diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada awal abad ke-15. Sunan Kalijaga memperkenalkan 2 istilah kepada masyarakat jawa saat itu, bakda lebaran dan bakda kupat. Bakda lebaran adalah hari lebaran dimana seorang muslim diharamkan berpuasa.

Bagaimana dengan bakda kupat yang merupakan asal usul ketupat? Berikut ulasannya seperti dilansir dari heboh.com:

1. Bakda Kupat merupakan hari raya bagi orang yang melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari. Ketupat atau kupat sendiri memiliki arti mengakui kesalahan dalam bahasa Jawa. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa kupat singkatan dari "laku papat" atau 4 tindakan.

2. Empat tindakan dalam perayaan lebaran yakni, lebaran yaitu pintu ampunan terbuka lebar, luberan memiliki arti bersedekah untuk kaum miskin. Dan ketiga ada leburan, yang berarti dosa dan kesalahan akan melebur habis. Yang terakhir, leburan artinya menjaga kesucian satu sama lain.

3. Dari keempat hal tersebut terciptalah ketupat. Ketupat juga memiliki 4 filosofi, yang pertama mencerminkan kesalahan manusia karena rumitnya bungkusan ketupat. Selanjutnya, mencerminkan kesucian hati karena saat kita membuka anyamannya terlihat nasi putih.

4. Ketiga mencerminkan kesempurnaan, hal ini dihubungkan dengan kemenangan umat Islam setelah berpuasa sebulan. Terkahir karena ketupat biasanya dihidangkan dengan santen, maka dalam pantun Jawa pun ada yang bilang "Kupat Santen", kulo lepat nyuwun ngapunten (Saya salah mohon maaf).

Video Terkait:

SHARE