Menu

Selasa, 19 Oktober 2021 /

Abdi dalem membawa bebunga rengginang hasil bumi pemberian sedekah Raja Kraton. (SariAgri/Rizki)

sariagri.id - Jumat, 14 Mei 2021 | 09:30 WIB

Penulis: Rizki N, Editor: Tatang Adhiwidharta

SariAgri -  Meski masih dalam suasana pandemi Covid-19, Kasultanan Kraton Yogyakarta tetap menggelar tradisi upacara Grebeg Syawal dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya digelar dengan melibatkan banyak orang dan mengarak gunungan hasil bumi, dari mulai pagelaran Kraton hingga Masjid Gedhe untuk selanjutnya diperebutkan, di masa pandemi ini upacara tradisi ini terpaksa kembali digelar secara sederhana dan hanya melibatkan para abdi dalem dan kerabat di lingkungan kraton saja.

Wakil Penghageng Tepas Parentah Hageng atau lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengelolah dan melakukan perekrutan Abdi dalem Kraton, Kanjeng Pangerah Haryo Yudahaningrat, menjelaskan meski masih dalam masa pandemi, agenda budaya ini tetap dipertahankan dengan cara sederhana dalam upaya melestarikan warisan budaya yang sudah berlangsung ratusan tahun di lingkungan kraton Yogyakarta.

Baca Juga: Ini 5 Tradisi Unik di Indonesia saat Menyambut Lebaran
Jaga Tradisi, Daerah Ini Tetap Lakukan Sahur tapi dengan Virtual

Kendati digelar sederhana, namun perayaan tradisi yang hanya melibatkan abdi dalem Kraton ini tidak merubah atau mengurangi esensi tujuan serta makna simbol grebeg yakni pemberian sedekah Raja untuk rakyat yang digelar setiap perayaan peringatan hari besar Islam.

“Sudah menjadi tradisi Kraton Yogyakarta tiap hari besar islam selalu mengadakan upacara, yaitu grebeg maulud, grebek syawal dan grebeg besar. Namun karena masih pandemi, perayaan digelar hanya di lingkungan kraton dengan tetap menerapkan aturan kebijakan protokol kesehatan dari pemerintah pusat maupun daerah, sebagai upaya untuk menghindari adanya kerumuman” kata KPH yudahaningrat.

bebunga rengginang hasil bumi. (SariAgri/Rizki)
bebunga rengginang hasil bumi. (SariAgri/Rizki)

Dalam perayaan ini ubo rampe hasil bumi yang biasanya dibentuk menyerupai gunungan ini hanya dikemas dalam bentuk bunga dengan isian rengginang.

Hasil bumi simbol sedekah Raja Kraton Yogyakarta ini dibuat sebanyak 3.000 buah dan diberikan kepada seluruh perangkat abdi dalem di lingkungan Kraton Yogyakarta, termasuk dikirim ke Kantor Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Puro Pakualaman.

Video terkait:

SHARE